Jakarta Barat, LENSA DETEKSI NEWS
Permasalahan pembuangan sampah liar kembali menjadi sorotan warga di kawasan Jalan Wijaya 1, Jelambar Duta Mas, tepatnya di depan Pasar Inpres Jelambar, Kelurahan Wijayakusuma. Tumpukan sampah yang terus menggunung dan membusuk menimbulkan bau tidak sedap serta menjadi tempat berkembang biaknya lalat.
Warga mengaku telah berulang kali menyampaikan keluhan terkait persoalan tersebut. Spanduk larangan membuang sampah yang mencantumkan aturan Peraturan Daerah (Perda) bahkan telah dipasang di lokasi, namun dinilai belum mampu menghentikan aksi pembuangan sampah sembarangan.
Dampak yang ditimbulkan tidak hanya mengganggu kenyamanan lingkungan, tetapi juga memengaruhi aktivitas pendidikan. Sebuah sekolah bermain atau taman kanak-kanak (TK) yang berada di sekitar lokasi disebut terpaksa tutup karena para orang tua enggan menyekolahkan anak-anak mereka di lingkungan yang dipenuhi tumpukan sampah dan berisiko terhadap kesehatan.
Seorang warga menyampaikan bahwa laporan telah dikirimkan melalui aplikasi dan layanan pengaduan JAKI tanpa menggunakan identitas samaran. Namun hingga kini, warga masih menantikan tindak lanjut yang lebih konkret dari pihak terkait.
Keluhan serupa juga disampaikan untuk area tikungan Jalan Hadiah 1 menuju Jalan Al Manah di wilayah Kelurahan Jelambar, yang disebut mengalami permasalahan sampah dengan kondisi hampir serupa.
Menurut warga, salah satu kendala yang terjadi adalah sampah yang tercampur antara sampah organik dan nonorganik sehingga tidak dapat langsung diangkut oleh truk pengangkut sampah. Di sisi lain, warga menilai fasilitas pemilahan dan pengomposan sampah di tingkat RW masih belum memadai sehingga menyulitkan pengelolaan sampah dari sumbernya.
Masyarakat berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pemerintah kelurahan, kecamatan, serta instansi terkait dapat segera mengambil langkah nyata untuk membersihkan lokasi, meningkatkan pengawasan, menyediakan sarana pengelolaan sampah yang memadai, serta menindak tegas pelaku pembuangan sampah liar agar masalah yang terus berulang ini dapat segera teratasi.
Warga menegaskan bahwa persoalan sampah bukan hanya masalah kebersihan lingkungan, tetapi juga menyangkut kesehatan masyarakat, kenyamanan warga, dan keberlangsungan aktivitas pendidikan di sekitar lokasi.
Paris.P