SUBANG . 03 -11- 2025.
Hampir kurang lebih 7 th warga Desa Cigadog tidak bisa bertani baik menanam tanaman pangan ( padi) maupun tanaman holtikultura.
Di sebabkan karena tidak berpungsinya saluran primer Bantar panjang ( kering) saluran primer Bantar panjang yang di ambil dari saluran sekundernya Sungai Cipunagara yang mengairi sawah kp salam, kapuknahun Desa Darmaga kecamatan cisalak , dan mengairi sawah sangkali kulon, sangkali Wetan, kebon kalapa, kp cihangasa , dan kp Cigadog, desa Cigadog kecamatan Cisalak kab subang
Hal tersebut khususnya warga desa Cigadog hanya bisa pasrah, karena pemerintah daerah. gubernur , Bupati , Camat kecamatan Cisalak " Dan pemerintah Desa terkesan tutup mata dan telinga "..? Gimana nurani pemerintah kab Subang Terkait masalah keringnya saluran Air Bantar panjang......??
Hasil kros chek dilapangan di duga faktor penyebab keringnya saluran primer Bantar panjang akibat tata ruang yang semerawut dalam pembuatan kolam air deras ( running water) yang seenak perut dalam membangun dan mengelola budidaya ikan yang seharusnya saluran pembuangan airnya tidak di buang keluar , tapi seharusnya di buang kembali ke saluran air primer Bantar panjang. , agar di hilir bisa menikmati lancarnya saluran air... ?. Faktanya yang ada.....?
berharap agar para pengusaha komoditas kolam deras Air tawar Harusnya bijak dan arip ,jangan hanya melihat hanya satu sisi ekonomismnya atau keuntunganya saja Harusnya mempertimbangkan aspek lain ....?
Sehingga jangan sampai merugikan kepada para petani yang hanya hidup dari bertani saja
seperti para petani Di kp Sangkal kulon , Sangkali Wetan dan warga Cihangasa dan Cigadog kekeringan. Kami menuding pemeritah daerah di duga terjadi pembiaran. Dan pungsi controlnya tidak ada....?
Tokoh desa Cigadog mengecam keras atas lambatnya / tidak pedulinya pemerintah kab Subang terhadap para petani warga Desa Cigadog yang sudah lama menanti lancarnya saluran air Bantar panjang ke desa Cigadog " krtisnya "
Peran JPT Kab Subang di pertanyakan....?
Padahal tugas Juru Pengairan Tingkat ( JPT)
bertanggung jawab dalam pengelolaan dan pemeliharaan sistem pengairan, termasuk irigasi. Peran JPT dalam pengairan adalah:
1. *Mengawasi dan Memantau*: JPT mengawasi dan memantau kondisi saluran irigasi, termasuk debit air, kualitas air, dan kondisi fisik saluran.
2. *Mengoperasikan*: JPT mengoperasikan pintu air, mengatur debit air, dan memastikan bahwa air irigasi tersedia bagi petani.
3. *Memelihara*: JPT memelihara saluran irigasi, termasuk membersihkan saluran, memperbaiki kerusakan, dan melakukan perawatan rutin.
4. *Mengkoordinasikan*: JPT mengkoordinasikan dengan petani, petugas lapangan, dan pihak lain yang terkait dalam pengelolaan irigasi.
5. *Mengumpulkan Data*: JPT mengumpulkan data tentang kondisi irigasi, termasuk debit air, luas lahan yang diairi, dan produksi pertanian.
6. *Mengatasi Masalah*: JPT mengatasi masalah yang terkait dengan irigasi, termasuk kekurangan air, kerusakan saluran, dan konflik antara petani.
Dengan demikian, JPT memiliki peran penting dalam memastikan bahwa sistem pengairan berfungsi dengan baik dan air irigasi tersedia bagi petani.
Para petani menghimbau kepada gubenur Bupati Kab subang agar mendengar keluhan warga Desa Cigadog, sebelum kami turun ke jalan kritis warga
Oki i Haidar Syah
( Tim R)