Subang. Pemerintah Desa (Pemdes) Pakuhaji, Kecamatan Cisalak, melalui Kepala Desa (Kades) Asep Komarudin, yang akrab disapa Okay, menyampaikan kritik terkait pendistribusian Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Pemdes Pakuhaji merasa pemberdayaan masyarakat kurang berfungsi optimal karena sekolah-sekolah di wilayah Pakuhaji justru dipasok MBG dari dapur di luar desa. Padahal, di Pakuhaji sendiri terdapat dapur MBG. Seharusnya, sekolah-sekolah di wilayah Pakuhaji dipasok dari dapur MBG Pakuhaji.
Hal ini bertujuan agar Pemerintah Desa Pakuhaji dapat meninjau langsung kebersihan dan kesehatan dapur yang berada di wilayah desa. Jika ada masalah, pemerintah desa setempat pasti akan terlibat. Kami memberikan apresiasi untuk program ini demi kesehatan warga kami yang mendapatkan makanan bergizi gratis, dengan aman dan nyaman.
Menyikapi peroalan ini kades pakuhaji berang , pasalnya persoalan MBG terkesan hanya melihat propit (keuntungan) sisi lain tidak di pertimbangkan. ,
Masih kata asep komarudin ini wajib di benahi agar program dari pemerintah tidak di salah artikan. Yang hanya terkesan mengejar jumlah penerima MBg
Ditambahkan, kami pihaknya mengkrtisi atas kebijakan kata asep komarudin ( kades pakuhaji) ingin mengkordinasikan kepada pihak pihak terkait agar MBG tidak dijadikan lahan bisnis. .. . .?
Asep komarudin juga mendesak agar tidak terkesan tumpang tindih, logis tidak ?
Tidak diharuskan pendistribusian MBG dari dapur MBG kapuknahun Desa Darnaga
Karena Dapur MBG desa Pakuhaji juga Cukup Memadai ? Kritis kades "
Seharusnya dinas pendidikan mengatur Zona wilayah Dapur MBG supaya bisa memasok tempat sekolah sekolah yang dekat .
Kalau terjadi apa apa. Siapa yang bertanggung jawab.. . .?
. Jangan munapik ini persoalan menyangkut tentang program pemerintah yang yang harus dibenahi sehariusnya ada koordinasi dengan pihak Pihak terkait. Demi kenyamanan dan keamanannya. Harap kades
( N Jaelani )