Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

 


Iklan

Berita

Tag Terpopuler

SDN Cisalak Diduga Jadi "Anggaran Siluman", Material Tak Sesuai RAB‎‎

10/04/2026 | 09:05 WIB Last Updated 2026-10-04T02:06:22Z


‎

SUBANG, LENSA DETEKSI NEWS

‎‎Program Revitalisasi Satuan Pendidikan SDN di wilayah Kecamatan Cisalak, Kabupaten Subang, yang menerima anggaran bersumber dari APBN tahun 2026 senilai Rp1.126.093.582, kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Pasalnya, anggaran yang mendekati 1,13 miliar rupiah tersebut diduga tidak digunakan sesuai peruntukannya.

‎

‎Berdasarkan pantauan di lapangan dan informasi yang dihimpun dari warga, pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) terkesan tidak sebanding dengan nilai dana yang diterima. Dari yang terlihat di lokasi, pekerjaan yang dilaksanakan diduga terbatas hanya pada penggantian yang rusak saja termasuk usuk atau yang dikenal secara lokal sebagai "tambak sulam", tanpa ada perbaikan signifikan lainnya.

‎

‎"Dana sebesar itu, hampir satu setengah miliar, tapi pekerjakan pergantian usuk pun hanya di ganti sebagian yang lapuk saja. Sangat tidak masuk akal," ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, kepada media, Kamis (24/9/2026).

‎Material Diduga Tidak Sesuai RAB


‎‎Selain cakupan pekerjaan yang minim, warga juga menyoroti dugaan ketidaksesuaian bahan material yang digunakan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB). Banyak warga menduga bahan bangunan yang dipasang tidak sesuai dengan spesifikasi yang seharusnya tertuang dalam dokumen perencanaan. Jika dugaan ini benar, maka hal ini sangat merugikan negara dan pelaksanaan pembangunan tidak transparan.

‎

‎Disebut "Anggaran Siluman"

‎‎Karena ketidakjelasan pemanfaatan dana tersebut, masyarakat setempat menyebut anggaran ini sebagai "anggaran siluman". Nilai yang sangat besar namun hasil yang terlihat di lapangan sangat minim, memicu berbagai spekulasi dan kecurigaan adanya penyimpangan pengelolaan dana.

‎

‎Masyarakat berharap pihak berwenang, baik Dinas Pendidikan Kabupaten Subang maupun instansi terkait, segera melakukan pengecekan dan audit menyeluruh terhadap pelaksanaan proyek ini. Masyarakat juga meminta agar penggunaan dana dapat dipertanggungjawabkan secara transparan dan terbuka untuk umum.

( Tim )

×
Berita Terbaru Update