SUBANG ,[LENSA DETEKSI NEWS]
Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ponggang kp Cibitung I desa Ponggang kecamatan Serangpanjang kabupaten Subang di keluhkan orang tua siswa 09/03/26
Keluhan ini dimulai dari pembagian MBG untuk 3 hari dengan nilai Rp8.000 per porsi,yang di bagikan untuk siswa Kelas 1 SD.
Secara umum, program MBG seharusnya diberikan sesuai dengan kebutuhan gizi dan jadwal yang telah ditetapkan.
Berdasarkan informasi yang ada,pemerintah pusat melalui Badan Gizi Nasional (BGN) sebelumnya telah menambah hari pemberian MBG dari lima hari menjadi enam hari dalam seminggu, dengan pemberian untuk hari sabtu diberikan lebih awal pada hari Jumat berbentuk makanan kering dan buah segar.
Selain itu, standar kalori MBG juga telah ditetapkan sesuai dengan pedoman gizi seimbang, yaitu 300 kalori untuk siswa SD dan 600 kalori untuk siswa SMP.
Dalam beberapa kasus di daerah, seperti Cibitung 1,Desa Ponggang Kecamatan Serang Panjang Tepatnya Di SPPG PONGGANG Kecamatan Serangpanjang Subang, Diduga telah ditemukan indikasi adanya pengurangan nilai anggaran makanan yang diterima penerima manfaat, sekolah SDN ponggang kelas 1 dengan nilai per porsi diduga kurang dari Rp8.000 dan menu yang tidak sesuai standar gizi.
Kondisi ini bahkan dinilai berpotensi menimbulkan "potensi korupsi gizi".
Sedangkan Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima siswa Sekolah Dasar kelas satu SDN Ponggang kecamatan Serang panjang susu kotak Indomilk satu,bakso goreng satu,Sempol dua pcs,roti satu,kurang lebih kalau dinominalkan sekitar 7-8rb itu pendistribusian untuk tiga hari, sedangkan fakta di lapangan orang tua siswa menduga ada pengurangan porsi saat pendistribusian mbg tersebut.
Sedangkan Pemerintah telah berkomitmen untuk meningkatkan mutu tata kelola dan pelayanan program MBG, termasuk dengan merencanakan pembentukan satgas MBG dan penerapan sertifikat laik higiene sanitasi bagi penyedia makanan.
Menurut orang tua siswa SD ponggang,yang tidak mau di sebutkan namanya Menyayangkan Hal ini Bisa terjadi,Dengan kualitas yang Di sajikan Serta Dugaan Pengurangan porsi yang di sajikan Untuk 3 hari,secara kasat matapun sangat terlihat.
Iya pak kami sangat kecewa,dengan penyajian tersebut dugaan kami ada pengurangan porsi, secara kasat mata pun terlihat,3 hari hanya segitu,"ukapnya
Selain itu orang tua siswa,dengan adanya pengurangan ini ada juga yang meluapnya kekecewaan kepada sppg ponggang,dengan membuat beberapa status via WhatsApp serta meluapkan kekewaan nya lewat grup WhatsApp, dengan harapan kedepannya ada perbaikan dan ada pengawasan yang lebih ketat dari pemerintah terkait tentang penyaluran mbg supaya kedepannya lebih baik lagi.
Dengan adanya temuan orang tua siswa Kondisi ini menurutnya jelas tidak sesuai dengan tujuan utama program MBG yaitu memenuhi kebutuhan gizi siswa dan mendukung proses belajar mengajar.
Pemerintah daerah telah memiliki peraturan mengenai standarisasi MBG, sehingga keluhan ini memiliki dasar yang kuat untuk mendapatkan tanggapan yang tepat.
Saat di konfirmasi ke sppg ponggang ,ketua SPPG PONGGANG Tidak ada di tempat l, media lensa news tidak bertemu,dan jawaban pegawai sedang sakit.
( MY)
Editor: Mayo Sumaryo